Editors Choice

3/recent/post-list

Terowongan Proyek MRT Jakarta Fase 2A Resmi Tersambung, Ditargetkan Rampung Akhir 2026


 Proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 2A kembali mencatat tonggak penting. PT MRT Jakarta (Perseroda) mengumumkan bahwa terowongan jalur arah utara (northbound) yang menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Stasiun Kota resmi tersambung. Pencapaian ini menjadi salah satu milestone terbesar dalam pengembangan jaringan MRT Jakarta yang akan memperluas layanan transportasi massal di ibu kota.

Penyambungan terowongan tersebut ditandai dengan momen breakthrough, yaitu saat mesin bor terowongan (Tunnel Boring Machine atau TBM) berhasil menembus sisi selatan Stasiun Mangga Besar. Dengan keberhasilan ini, jalur bawah tanah sepanjang sekitar 5,8 kilometer kini telah tersambung dan menghubungkan lintas MRT Fase 1 dengan Fase 2A pada koridor utara–selatan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Tonggak Penting Proyek MRT Jakarta

Keberhasilan penyambungan terowongan menjadi langkah strategis dalam pembangunan MRT Jakarta Fase 2A. Jalur ini akan memperpanjang layanan MRT dari Bundaran HI menuju Kota, sehingga akses transportasi publik di kawasan pusat bisnis hingga Kota Tua menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain meningkatkan konektivitas antarkawasan, proyek ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan, menekan emisi kendaraan bermotor, serta mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.

Pembangunan Terowongan Selatan Masih Berlangsung

Meski jalur arah utara telah tersambung sepenuhnya, pekerjaan konstruksi masih berlanjut pada jalur arah selatan (southbound) yang membentang dari Stasiun Kota menuju Bundaran HI.

Tim konstruksi saat ini memfokuskan penyelesaian penggalian, struktur terowongan, serta pekerjaan sipil lainnya agar seluruh lintasan bawah tanah Fase 2A dapat diselesaikan sesuai jadwal. PT MRT Jakarta menargetkan seluruh pembangunan terowongan rampung pada kuartal IV atau akhir tahun 2026.

Progres Konstruksi Capai Lebih dari 61 Persen

Hingga 25 Juni 2026, progres keseluruhan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A telah mencapai sekitar 61,8 persen. Capaian tersebut mencakup pekerjaan struktur stasiun bawah tanah, pembangunan terowongan, pemasangan rel di beberapa segmen, hingga pekerjaan mekanikal dan elektrikal pada sejumlah titik.

Perkembangan proyek dinilai berjalan sesuai target yang telah ditetapkan meskipun pembangunan dilakukan di kawasan perkotaan yang padat aktivitas dan memiliki tantangan teknis cukup tinggi.

Akan Melayani Tujuh Stasiun Baru

MRT Jakarta Fase 2A akan menambah tujuh stasiun bawah tanah yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota, yaitu:

  • Thamrin
  • Monas
  • Harmoni
  • Sawah Besar
  • Mangga Besar
  • Glodok
  • Kota

Kehadiran stasiun-stasiun tersebut akan memperluas jangkauan layanan MRT ke pusat pemerintahan, kawasan perdagangan, pusat bisnis, hingga destinasi wisata sejarah di Jakarta.

Target Operasional Bertahap

Setelah pembangunan terowongan selesai, proyek akan memasuki tahap pemasangan sistem persinyalan, jalur rel, kelistrikan, ventilasi, komunikasi, hingga pengujian operasional.

PT MRT Jakarta menargetkan segmen Bundaran HI–Monas dapat mulai beroperasi pada akhir 2027, sedangkan penyelesaian jalur hingga Stasiun Kota direncanakan pada akhir 2029 sebagai bagian dari pengembangan penuh MRT Jakarta Fase 2A.

Manfaat bagi Mobilitas Warga Jakarta

Perpanjangan jalur MRT diperkirakan akan meningkatkan kapasitas angkutan umum di Jakarta secara signifikan. Warga nantinya dapat menikmati perjalanan yang lebih cepat dari kawasan selatan menuju pusat kota dan kawasan Kota Tua tanpa harus berganti moda transportasi.

Selain mempersingkat waktu tempuh, keberadaan MRT Fase 2A juga diharapkan mendukung pengembangan kawasan berorientasi transit (Transit Oriented Development atau TOD), meningkatkan aktivitas ekonomi di sekitar stasiun, serta mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.

Komitmen Pengembangan Transportasi Massal

Penyambungan terowongan MRT Jakarta Fase 2A menjadi bukti kemajuan proyek transportasi strategis nasional yang terus dikebut. Dengan target penyelesaian seluruh terowongan pada akhir 2026, pembangunan memasuki fase yang semakin krusial sebelum memasuki tahap instalasi sistem dan uji coba operasional.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, kehadiran jalur MRT hingga Kota akan semakin memperkuat sistem transportasi publik Jakarta, meningkatkan konektivitas antarkawasan, serta mendukung terwujudnya mobilitas perkotaan yang modern, aman, dan berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar