Editors Choice

3/recent/post-list

Pramono Kebut Pembebasan Lahan di Cawang untuk Normalisasi Kali Ciliwung

 


Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mempercepat proses pembebasan lahan di kawasan Kelurahan Cawang, Jakarta Timur, sebagai bagian dari upaya melanjutkan proyek normalisasi Kali Ciliwung. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengendalian banjir di ibu kota yang selama ini kerap terdampak luapan Sungai Ciliwung saat musim hujan.

Saat meninjau langsung progres pembebasan lahan di Cawang pada Jumat (10/7/2026), Pramono mengatakan pemerintah menargetkan seluruh proses pembebasan terhadap 170 bidang atau bangunan yang terdampak dapat diselesaikan sebelum akhir tahun 2026. Hingga saat ini, 62 bidang telah berhasil dibebaskan dan dibongkar untuk mendukung kelanjutan proyek normalisasi.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Normalisasi Dilanjutkan Setelah Sempat Terhenti

Pramono menjelaskan bahwa proyek normalisasi Kali Ciliwung sempat mengalami hambatan selama beberapa tahun akibat berbagai kendala, terutama dalam proses pembebasan lahan.

Menurutnya, percepatan yang dilakukan saat ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan program pengendalian banjir secara berkelanjutan.

Ia berharap proses pembebasan lahan yang lebih cepat akan memungkinkan pembangunan tanggul dan pelebaran alur sungai segera dilaksanakan sehingga kapasitas tampung Kali Ciliwung meningkat ketika debit air naik saat musim hujan.

Anggaran Rp300 Miliar Disiapkan

Untuk mendukung pelaksanaan program tersebut, Pemprov DKI Jakarta telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp300 miliar pada APBD 2026.

Dana tersebut tidak hanya digunakan untuk pembebasan lahan di sepanjang Kali Ciliwung, tetapi juga mendukung penanganan di Kali Krukut dan Kali Cakung Lama sebagai bagian dari strategi pengendalian banjir jangka menengah dan panjang.

Pramono menegaskan bahwa dukungan anggaran juga akan dilanjutkan pada tahun 2027 agar seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai target.

Pembebasan Dilakukan Tanpa Perantara

Dalam kesempatan tersebut, Pramono memastikan seluruh proses pembebasan lahan dilakukan secara langsung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tanpa melibatkan pihak perantara.

Menurutnya, pendekatan tersebut dipilih untuk menjaga transparansi, mempercepat proses administrasi, sekaligus memastikan masyarakat memperoleh haknya secara adil sesuai hasil penilaian yang dilakukan oleh instansi berwenang.

Pemerintah juga mengedepankan mekanisme ganti rugi sehingga proses pembebasan dapat berlangsung tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

Cakupan Proyek di Empat Wilayah

Segmen normalisasi Kali Ciliwung yang saat ini menjadi prioritas meliputi kawasan Rawajati, Pengadegan, Cawang, dan Cililitan.

Sepanjang tahun 2026, Pemprov DKI menargetkan pembebasan lahan sepanjang sekitar dua kilometer di beberapa kelurahan tersebut. Setelah itu, program akan diperluas ke wilayah lain yang telah masuk dalam rencana pengadaan tanah.

Secara keseluruhan, terdapat 14 kelurahan yang menjadi bagian dari proyek normalisasi Kali Ciliwung. Saat ini, empat kelurahan telah memiliki penetapan lokasi, sementara sepuluh kelurahan lainnya masih dalam tahap penyusunan dokumen pengadaan tanah.

Target Rampung pada 2027

Pramono berharap normalisasi segmen utama Kali Ciliwung dapat diselesaikan pada tahun 2027, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-500 Kota Jakarta.

Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut akan menjadi salah satu pencapaian penting dalam upaya mengurangi risiko banjir yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama ibu kota.

Selain meningkatkan kapasitas aliran sungai, normalisasi juga diharapkan mampu mengurangi genangan di kawasan permukiman padat yang berada di sepanjang bantaran Kali Ciliwung.

Strategi Penanganan Banjir Jangka Panjang

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan bagian dari strategi jangka menengah dan panjang dalam mengatasi banjir.

Program tersebut tidak hanya difokuskan pada Kali Ciliwung, tetapi juga akan diterapkan di sungai-sungai lain yang selama ini menjadi titik rawan banjir. Dengan peningkatan kapasitas aliran air, diharapkan risiko banjir dapat berkurang secara bertahap dan manfaatnya dirasakan masyarakat hingga beberapa tahun ke depan.

Komitmen Pemprov DKI

Percepatan pembebasan lahan di Cawang menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelesaikan salah satu proyek infrastruktur pengendalian banjir yang telah lama dinantikan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Dengan dukungan anggaran, proses pembebasan lahan yang lebih cepat, serta koordinasi antarinstansi, proyek normalisasi Kali Ciliwung diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal. Apabila target tersebut tercapai, Jakarta akan memiliki sistem pengendalian banjir yang lebih baik sehingga mampu meminimalkan dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian ibu kota pada masa mendatang.

Posting Komentar

0 Komentar