Editors Choice

3/recent/post-list

Siapa Ahmad Nasuhi? Terpidana Korupsi Masjid Sriwijaya yang Kini Jadi Sorotan Usai Kecelakaan Maut

 


Nama Ahmad Nasuhi kembali menjadi perhatian publik setelah dirinya terlibat dalam kecelakaan maut yang menewaskan korban jiwa di Palembang. Sosok ini bukan nama baru di ruang pemberitaan, karena sebelumnya ia pernah menjadi terpidana kasus korupsi proyek Masjid Sriwijaya yang sempat menyita perhatian nasional.

Peristiwa kecelakaan tersebut membuat publik kembali menyoroti masa lalu hukum serta status kebebasan yang bersangkutan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Profil Singkat Ahmad Nasuhi

Ahmad Nasuhi dikenal sebagai mantan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Dalam catatan kasus hukum, ia pernah terseret dalam perkara besar terkait korupsi pembangunan Masjid Raya Sriwijaya Palembang, salah satu proyek prestisius di daerah tersebut.

Dalam kasus itu, ia bersama sejumlah pihak lain dijerat hukum karena dugaan penyimpangan dana hibah pembangunan masjid yang nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Kasus ini kemudian menjadi salah satu perkara korupsi besar di Sumatera Selatan yang melibatkan pejabat daerah.

Terjerat Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya

Kasus yang menyeret Ahmad Nasuhi bermula dari proyek pembangunan Masjid Sriwijaya yang menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2016–2017. Total dana yang digunakan dalam proyek tersebut mencapai sekitar Rp130 miliar.

Namun, dalam proses penyidikan ditemukan adanya dugaan ketidaksesuaian antara penggunaan anggaran dan hasil pembangunan fisik di lapangan.

Akibatnya, Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan menetapkan sejumlah tersangka, termasuk Ahmad Nasuhi, dalam perkara tersebut.

Pada 2021, ia divonis hukuman penjara dalam kasus korupsi tersebut, dan putusan itu kemudian diperkuat pada tingkat banding.

Status Hukum dan Riwayat Kebebasan

Dalam perkembangan kasusnya, Ahmad Nasuhi menjalani proses hukum dan pernah ditahan sebagai terpidana. Ia dijatuhi hukuman penjara dalam kasus korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya bersama beberapa pihak lain.

Namun, setelah beberapa tahun, status kebebasannya menjadi sorotan publik ketika ia kembali muncul dalam pemberitaan akibat peristiwa kecelakaan maut yang terjadi di Palembang.

Publik dan aparat penegak hukum kemudian mempertanyakan apakah masa hukuman telah selesai atau terdapat faktor lain seperti remisi atau pembebasan bersyarat.

Kecelakaan Maut yang Menyita Perhatian

Sorotan terhadap Ahmad Nasuhi meningkat setelah ia diduga menjadi pengemudi mobil yang terlibat dalam kecelakaan beruntun di kawasan Palembang. Peristiwa tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan beberapa lainnya luka-luka.

Kecelakaan itu melibatkan beberapa kendaraan, termasuk sepeda motor dan angkot, yang tertabrak secara beruntun.

Dalam keterangan awal, pengemudi diduga kehilangan kendali hingga menyebabkan benturan keras di jalan raya.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kecelakaan serta status hukum pengemudi saat kejadian.

Selain itu, aparat juga menelusuri dokumen terkait masa hukuman dan kebebasan Ahmad Nasuhi, karena terdapat dugaan bahwa ia masih dalam masa pembinaan atau baru saja bebas dari lembaga pemasyarakatan.

Sorotan Publik dan Kontroversi

Kasus ini menjadi perhatian luas karena menggabungkan dua isu sensitif sekaligus:

  • Riwayat korupsi besar yang pernah menjerat pelaku
  • Kecelakaan lalu lintas yang menimbulkan korban jiwa
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Kombinasi ini membuat publik mempertanyakan aspek pengawasan hukum terhadap mantan terpidana serta keselamatan di jalan raya.

Ahmad Nasuhi adalah mantan ASN yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi proyek Masjid Sriwijaya Palembang, salah satu kasus korupsi besar di Sumatera Selatan. Setelah menjalani proses hukum, namanya kembali mencuat ke publik akibat keterlibatannya dalam kecelakaan maut yang menewaskan dua orang.

Kasus ini kini masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh aparat kepolisian, baik dari sisi kecelakaan maupun status hukum yang bersangkutan.

Posting Komentar

0 Komentar