Editors Choice

3/recent/post-list

Trump Mungkin Salahkan Netanyahu jika Perang Lawan Iran Berlanjut, Ganggu Ekonomi Global


 Konflik antara Israel dan Iran terus menjadi perhatian dunia internasional. Di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah, muncul analisis bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemungkinan akan mulai menyalahkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu apabila perang berkepanjangan dan memicu gangguan besar terhadap ekonomi global.

Sejumlah analis menilai hubungan dekat Trump dan Netanyahu saat ini dapat menghadapi tekanan serius jika dampak ekonomi perang semakin meluas, terutama terkait lonjakan harga energi, inflasi global, dan gangguan perdagangan internasional.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Perang Iran-Israel Picu Kekhawatiran Ekonomi Dunia

Perang yang melibatkan Iran dan Israel dinilai memiliki risiko jauh lebih besar dibanding konflik regional biasa. Salah satu penyebabnya adalah posisi strategis Timur Tengah sebagai pusat distribusi energi dunia, khususnya kawasan Selat Hormuz.

Para ekonom memperingatkan bahwa konflik berkepanjangan dapat mengganggu pasokan minyak global dan memicu lonjakan harga energi internasional. Bahkan, beberapa analis menyebut harga minyak berpotensi menembus lebih dari 100 dolar AS per barel jika konflik terus meluas.

Gangguan terhadap jalur perdagangan energi tersebut dapat berdampak langsung terhadap inflasi, biaya logistik, harga pangan, hingga pertumbuhan ekonomi dunia.

Trump Disebut Bisa Berubah Sikap

Meski selama ini dikenal memiliki hubungan politik yang sangat dekat dengan Netanyahu, sejumlah pengamat menilai Trump tetap sangat sensitif terhadap isu ekonomi domestik Amerika Serikat.

Kenaikan harga bahan bakar, inflasi, dan ketidakstabilan pasar global dapat memengaruhi dukungan politik terhadap Trump di dalam negeri. Karena itu, jika perang melawan Iran berlangsung terlalu lama dan memperburuk ekonomi global, Trump diperkirakan dapat mulai mengambil jarak dari kebijakan Netanyahu.

Beberapa laporan bahkan menyebut sejumlah penasihat Trump mulai melihat potensi perbedaan kepentingan antara Washington dan Tel Aviv terkait akhir konflik Iran.

Netanyahu Dinilai Diuntungkan Secara Politik

Di sisi lain, analis politik Timur Tengah menilai Netanyahu justru memperoleh keuntungan politik dari konflik dengan Iran. Fokus publik Israel kini lebih tertuju pada isu keamanan nasional dan ancaman eksternal dibanding persoalan politik domestik.

Reuters dalam salah satu analisanya menyebut perang dengan Iran berpotensi memperkuat posisi Netanyahu di dalam negeri, sementara Trump justru harus menghadapi tekanan ekonomi global dan dampak politik internasional yang lebih luas.

Netanyahu selama ini juga dikenal aktif mendorong dukungan penuh Amerika Serikat terhadap langkah militer Israel terhadap Iran.

Harga Energi Jadi Ancaman Utama

Salah satu kekhawatiran terbesar dunia internasional adalah ancaman terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Jika konflik menyebabkan gangguan besar di kawasan tersebut, harga minyak dan gas diperkirakan melonjak tajam. Kondisi itu dapat memperparah inflasi global yang sebenarnya belum sepenuhnya pulih sejak krisis ekonomi beberapa tahun terakhir.

Ekonom juga mengingatkan bahwa kenaikan harga energi akan berdampak pada sektor lain seperti pangan, transportasi, industri manufaktur, hingga perdagangan internasional.

Risiko Resesi Global Meningkat

Beberapa lembaga ekonomi internasional memperingatkan bahwa perang berkepanjangan di Timur Tengah bisa memicu perlambatan ekonomi global bahkan risiko resesi di sejumlah negara.

Kenaikan harga energi dapat mengurangi daya beli masyarakat, memperbesar biaya produksi perusahaan, dan memperlambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Selain itu, ketidakpastian geopolitik biasanya membuat pasar keuangan global menjadi lebih tidak stabil. Investor cenderung menahan investasi dan pasar saham rentan mengalami tekanan besar selama konflik berlangsung.

Trump Hadapi Tekanan Politik Dalam Negeri

Bagi Trump, isu ekonomi merupakan faktor yang sangat penting secara politik. Selama ini ia sering menonjolkan kekuatan ekonomi Amerika Serikat sebagai salah satu keberhasilan utama pemerintahannya.

Namun jika perang Iran menyebabkan harga bensin naik dan inflasi kembali memburuk, tekanan politik terhadap Gedung Putih diperkirakan akan meningkat.

Beberapa analis menyebut pendukung Trump dari kelompok konservatif juga tidak semuanya mendukung keterlibatan militer berkepanjangan di Timur Tengah. Kondisi tersebut bisa membuat Trump lebih berhati-hati dalam menjaga hubungan dengan Netanyahu jika konflik terus berkembang.

Hubungan Trump dan Netanyahu Bisa Diuji

Selama ini Trump dan Netanyahu dikenal memiliki hubungan politik yang sangat erat. Namun sejarah politik internasional menunjukkan hubungan antarsekutu dapat berubah ketika kepentingan ekonomi dan tekanan domestik mulai bertabrakan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Apabila perang melawan Iran semakin panjang dan memicu dampak besar terhadap ekonomi global, hubungan Washington dan Tel Aviv diperkirakan dapat menghadapi dinamika baru.

Para pengamat menilai Trump pada akhirnya akan lebih mengutamakan stabilitas ekonomi Amerika Serikat dibanding mempertahankan dukungan tanpa batas terhadap konflik yang berkepanjangan. 

Posting Komentar

0 Komentar