Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa, mengungkapkan kecurigaannya terhadap adanya pihak-pihak tertentu, termasuk pelaku usaha, yang diduga menghambat implementasi kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Menurutnya, hambatan terhadap aturan tersebut dapat mengurangi potensi manfaat ekonomi nasional, khususnya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat cadangan devisa negara.
Pernyataan Purbaya tersebut menjadi sorotan karena muncul di tengah upaya pemerintah memperkuat pengelolaan devisa ekspor untuk mendukung ketahanan ekonomi nasional. Aturan mengenai penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam sendiri telah menjadi agenda penting pemerintah dalam beberapa tahun terakhir. (cnbcindonesia.com)
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Purbaya Soroti Hambatan Implementasi DHE SDA
Purbaya mengaku heran mengapa kebijakan penempatan devisa hasil ekspor sumber daya alam sering mendapat penolakan atau hambatan dari sebagian pihak. Ia bahkan menduga ada kepentingan tertentu yang menyebabkan implementasi aturan tidak berjalan optimal.
Menurutnya, jika devisa hasil ekspor lebih banyak ditempatkan di dalam negeri, dampaknya akan sangat positif terhadap perekonomian nasional, mulai dari penguatan likuiditas perbankan hingga menjaga kestabilan kurs rupiah. (cnbcindonesia.com)
“Kenapa sih harus ditolak? Saya curiga ada yang bermain,” ujar Purbaya saat menghadiri sebuah diskusi ekonomi di Jakarta. Ia menilai kebijakan tersebut sebenarnya dirancang untuk kepentingan nasional, bukan membebani dunia usaha. (bisnis.com)
Apa Itu Aturan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam?
Kebijakan DHE SDA merupakan aturan yang mewajibkan eksportir dari sektor sumber daya alam seperti pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan untuk menempatkan sebagian hasil devisa ekspornya di sistem keuangan domestik dalam jangka waktu tertentu.
Tujuan utama kebijakan ini adalah memperkuat cadangan devisa Indonesia, meningkatkan likuiditas valuta asing di dalam negeri, serta membantu menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (bankindonesia.go.id)
Pemerintah menilai kebijakan tersebut penting karena selama ini sebagian besar devisa ekspor sering langsung disimpan di luar negeri sehingga manfaatnya terhadap ekonomi domestik menjadi terbatas.
Pengusaha Dinilai Khawatir Fleksibilitas Berkurang
Di sisi lain, beberapa pelaku usaha sebelumnya menyampaikan kekhawatiran terhadap aturan DHE SDA karena dianggap dapat mengurangi fleksibilitas pengelolaan arus kas perusahaan, terutama bagi eksportir yang memiliki kewajiban pembayaran internasional.
Beberapa asosiasi industri juga sempat meminta pemerintah memberikan relaksasi atau skema yang lebih fleksibel agar tidak mengganggu aktivitas bisnis ekspor. (kontan.co.id)
Namun Purbaya menilai keberatan tersebut seharusnya bisa diatasi melalui desain kebijakan yang tepat tanpa mengurangi tujuan utama penguatan ekonomi nasional.
DHE SDA Dinilai Bisa Stabilkan Rupiah
Purbaya menekankan bahwa jika devisa ekspor lebih banyak tersimpan di dalam negeri, dampaknya dapat membantu mengurangi tekanan terhadap rupiah saat terjadi gejolak global.
Ketersediaan dolar AS yang lebih besar di pasar domestik dapat membantu menjaga stabilitas kurs, memperkuat sektor keuangan, dan mengurangi ketergantungan terhadap modal asing jangka pendek. (cnbcindonesia.com)
Selain itu, penempatan devisa di dalam negeri juga dinilai dapat memperbesar kapasitas pembiayaan perbankan nasional terhadap sektor produktif.
Pemerintah Terus Perkuat Kebijakan DHE SDA
Pemerintah sendiri terus melakukan evaluasi terhadap implementasi kebijakan DHE SDA agar lebih efektif tanpa menghambat iklim investasi. Beberapa insentif seperti fleksibilitas penggunaan dana dan instrumen penempatan devisa juga terus dikembangkan agar menarik bagi eksportir. (setneg.go.id)
Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan ekonomi Indonesia di tengah volatilitas ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, dan tekanan geopolitik internasional.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Ketua LPS Purbaya Yudhi Sadewa mencurigai adanya pengusaha atau pihak tertentu yang menghambat implementasi aturan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE SDA). Ia menilai kebijakan tersebut penting untuk memperkuat ekonomi nasional, menjaga stabilitas rupiah, dan meningkatkan likuiditas dolar di dalam negeri. Di sisi lain, sebagian pelaku usaha masih mengkhawatirkan dampak aturan terhadap fleksibilitas bisnis ekspor, sehingga pemerintah terus berupaya menyempurnakan implementasinya agar tetap seimbang antara kepentingan ekonomi nasional dan dunia usaha.

0 Komentar