Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi melantik tiga pejabat eselon I untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Kementerian Keuangan. Ketiga pejabat tersebut adalah Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran, Evita Manthovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara, dan Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Pelantikan dilakukan sebagai bagian dari penyegaran organisasi sekaligus memperkuat kinerja Kementerian Keuangan dalam menghadapi tantangan ekonomi nasional dan global.
Dalam arahannya, Menteri Keuangan menekankan pentingnya bekerja secara profesional, efisien, bersih, serta mengedepankan integritas dalam mengelola keuangan negara. Para direktur jenderal yang baru diharapkan mampu mempercepat reformasi birokrasi sekaligus menjaga stabilitas fiskal Indonesia.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
1. Sudarto, Direktur Jenderal Anggaran
Sudarto dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Jenderal Anggaran, salah satu posisi paling strategis di Kementerian Keuangan. Sebelum dilantik, ia dikenal memiliki pengalaman panjang di bidang pengelolaan keuangan negara, termasuk pernah menjabat sebagai Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Sebagai Dirjen Anggaran, Sudarto bertanggung jawab mengelola proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengevaluasi usulan anggaran kementerian dan lembaga, serta memastikan penggunaan anggaran negara dilakukan secara efektif dan tepat sasaran.
Beberapa tugas utama yang akan menjadi fokusnya meliputi:
- Menyusun kebijakan anggaran pemerintah.
- Mengawal efisiensi belanja negara.
- Mengoptimalkan kualitas APBN.
- Mengawasi pelaksanaan anggaran kementerian dan lembaga.
- Mendukung program prioritas pemerintah.
Menteri Keuangan juga mengingatkan pentingnya disiplin fiskal dan kehati-hatian dalam menyikapi usulan tambahan anggaran dari kementerian maupun lembaga.
2. Evita Manthovani, Direktur Jenderal Kekayaan Negara
Evita Manthovani dipercaya memimpin Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), unit yang memiliki peran penting dalam pengelolaan aset negara.
Sebagai Dirjen Kekayaan Negara, Evita akan bertanggung jawab mengelola berbagai aset milik negara, mulai dari inventarisasi, pemanfaatan, optimalisasi aset, hingga pelaksanaan lelang dan pengurusan piutang negara sesuai ketentuan yang berlaku.
Posisi ini memiliki peranan strategis karena aset negara merupakan salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan nasional serta meningkatkan penerimaan negara bukan pajak.
Beberapa fokus kerja DJKN antara lain:
- Optimalisasi Barang Milik Negara (BMN).
- Pengelolaan kekayaan negara secara transparan.
- Pelaksanaan lelang negara.
- Pengurusan piutang negara.
- Mendukung investasi pemerintah melalui pengelolaan aset.
3. Herman Saheruddin, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan
Herman Saheruddin resmi menjabat sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan, direktorat yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.
Direktorat ini bertugas merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan penguatan sektor jasa keuangan, pengembangan pasar keuangan, koordinasi kebijakan fiskal dan sektor keuangan, serta mitigasi risiko terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Dalam menghadapi dinamika ekonomi global, posisi ini menjadi semakin strategis karena harus mampu menjaga ketahanan sektor keuangan Indonesia terhadap berbagai potensi gejolak.
Harapan Menteri Keuangan
Dalam pelantikan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta seluruh pejabat yang baru dilantik untuk bekerja secara cepat, profesional, dan bebas dari praktik yang dapat merusak integritas institusi.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Keuangan harus menjadi organisasi yang adaptif terhadap perubahan, mampu memberikan pelayanan publik yang berkualitas, serta menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan keuangan negara.
Peran Strategis Ketiga Direktorat Jenderal
Ketiga direktorat jenderal yang kini dipimpin pejabat baru memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam menjaga kesehatan fiskal Indonesia.
Peran strategis masing-masing meliputi:
- Direktorat Jenderal Anggaran mengelola penyusunan dan pelaksanaan APBN.
- Direktorat Jenderal Kekayaan Negara mengoptimalkan pengelolaan aset negara.
- Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan menjaga stabilitas sistem keuangan sekaligus mendorong pengembangan sektor keuangan nasional.
Sinergi ketiga unit tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan keuangan negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Tantangan yang Akan Dihadapi
Para direktur jenderal baru akan menghadapi berbagai tantangan, antara lain:
- Menjaga kesehatan APBN di tengah dinamika ekonomi global.
- Mengoptimalkan penerimaan dan efisiensi belanja negara.
- Meningkatkan produktivitas pengelolaan aset pemerintah.
- Memperkuat stabilitas sektor keuangan nasional.
- Mendorong transformasi digital di lingkungan Kementerian Keuangan.
- Memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel.
Keberhasilan menghadapi tantangan tersebut akan sangat menentukan efektivitas kebijakan fiskal pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.
Pelantikan Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran, Evita Manthovani sebagai Direktur Jenderal Kekayaan Negara, dan Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan menandai babak baru dalam penguatan organisasi Kementerian Keuangan. Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki, ketiganya diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional serta mendukung pengelolaan keuangan negara yang lebih efisien, transparan, dan akuntabel.
Di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, penyegaran pejabat strategis ini menjadi bagian dari upaya memperkuat reformasi birokrasi dan menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tantangan global yang terus berkembang.

0 Komentar