Editors Choice

3/recent/post-list

Napak Tilas Sultan HB X di Sragen, Telusuri Jejak Panjang Perjalanan Pangeran Mangkubumi


 Sri Sultan Hamengku Buwono X melakukan napak tilas sejarah di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan mengunjungi sejumlah situs bersejarah yang diyakini berkaitan dengan perjalanan Pangeran Mangkubumi sebelum berdirinya Kasultanan Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (9/7/2026) ini menjadi bagian dari rangkaian program penguatan sejarah dan budaya yang didukung melalui Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Napak tilas tersebut tidak hanya menjadi perjalanan mengenang sejarah perjuangan Pangeran Mangkubumi, tetapi juga menjadi simbol penguatan hubungan historis antara Kabupaten Sragen dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang telah terjalin sejak masa perjuangan melawan VOC pada abad ke-18.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Mengunjungi Sejumlah Situs Bersejarah

Dalam agenda tersebut, Sultan HB X mengunjungi sejumlah lokasi yang memiliki nilai sejarah penting, antara lain Pandak Krikilan, Goa Mangkubumi, Pesanggrahan Ponopatan di Desa Katelan, serta Sendang Sumberan di Desa Japoh.

Situs-situs tersebut dipercaya menjadi bagian dari perjalanan dan perjuangan Pangeran Mangkubumi ketika membangun basis perlawanan di wilayah Sukowati sebelum akhirnya mendirikan Kasultanan Yogyakarta.

Menelusuri Jejak Pangeran Mangkubumi

Pangeran Mangkubumi, yang kemudian dinobatkan sebagai Sri Sultan Hamengku Buwono I, dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah Mataram dan pendiri Kasultanan Yogyakarta.

Wilayah Sragen diyakini menjadi salah satu daerah strategis yang pernah digunakan sebagai tempat persinggahan, markas perjuangan, hingga lokasi menyusun strategi melawan VOC pada pertengahan abad ke-18.

Melalui kegiatan napak tilas ini, jejak sejarah tersebut kembali dikenalkan kepada masyarakat sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki nilai penting bagi perjalanan bangsa.

Bagian dari Muhibah Budaya

Sekretaris Daerah Kabupaten Sragen, Hargiyanto, menjelaskan bahwa napak tilas merupakan salah satu rangkaian kegiatan budaya yang telah berlangsung sejak awal Juli 2026.

Selain kunjungan ke situs sejarah, rangkaian acara juga diisi dengan workshop kebudayaan, pameran hasil karya, diskusi sejarah, hingga pertunjukan seni tradisional yang melibatkan berbagai komunitas budaya dari Sragen maupun Yogyakarta.

Menguatkan Hubungan Sejarah Sragen dan Yogyakarta

Kunjungan Sultan HB X dipandang sebagai momentum penting untuk mempererat hubungan sejarah antara Sragen dan Yogyakarta.

Banyak sejarawan meyakini wilayah Sukowati memiliki peran strategis dalam perjalanan Pangeran Mangkubumi sebelum lahirnya Kasultanan Yogyakarta melalui Perjanjian Giyanti pada 1755.

Karena itu, pelestarian situs-situs bersejarah di Sragen dinilai memiliki arti penting, tidak hanya bagi masyarakat setempat tetapi juga bagi sejarah nasional.

Potensi Wisata Sejarah

Pemerintah Kabupaten Sragen berharap kegiatan napak tilas ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengunjungi berbagai situs sejarah yang ada di wilayah tersebut.

Beberapa lokasi yang dikunjungi memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sejarah dan budaya. Dengan pengelolaan yang baik, kawasan tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Edukasi bagi Generasi Muda

Selain menjadi agenda budaya, napak tilas juga memiliki nilai edukatif, terutama bagi generasi muda.

Melalui pengenalan langsung terhadap situs-situs bersejarah, masyarakat dapat memahami perjalanan panjang berdirinya Kasultanan Yogyakarta serta perjuangan tokoh-tokoh bangsa dalam mempertahankan kedaulatan di masa lalu.

Kegiatan semacam ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan budaya Indonesia.

Dorong Pelestarian Cagar Budaya

Pemerintah daerah bersama Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta berkomitmen untuk terus melestarikan berbagai situs yang berkaitan dengan perjalanan Pangeran Mangkubumi.

Upaya pelestarian dilakukan melalui perawatan situs, penyediaan informasi sejarah, hingga penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat.

Dengan demikian, nilai-nilai sejarah yang terkandung di dalamnya dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang.

Momentum Menghidupkan Kembali Sejarah Nusantara

Napak tilas Sultan Hamengku Buwono X di Sragen menjadi lebih dari sekadar kunjungan simbolis. Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjalanan berdirinya Kasultanan Yogyakarta tidak terlepas dari jejak sejarah yang tersebar di berbagai daerah, termasuk Kabupaten Sragen.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Melalui penguatan kerja sama budaya, pelestarian situs sejarah, dan edukasi kepada masyarakat, diharapkan warisan perjuangan Pangeran Mangkubumi dapat terus dikenang sekaligus menjadi inspirasi dalam menjaga persatuan, menghargai sejarah, dan melestarikan kekayaan budaya Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar