Otoritas Pengawasan dan Pemberantasan Korupsi Arab Saudi (Nazaha) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik korupsi. Dalam operasi besar-besaran yang digelar sepanjang Juni 2026, lembaga antirasuah tersebut menangkap 130 orang, terdiri dari warga negara Arab Saudi dan ekspatriat, yang diduga terlibat dalam berbagai tindak pidana korupsi.
Para tersangka berasal dari sejumlah instansi pemerintah, termasuk pejabat di Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Urusan Kota dan Perumahan, hingga Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan. Operasi ini menjadi salah satu penindakan antikorupsi terbesar yang dilakukan Nazaha tahun ini.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Operasi Digelar Sepanjang Juni
Dalam laporan resminya, Nazaha menyebut operasi tersebut merupakan hasil dari rangkaian inspeksi dan penyelidikan yang dilakukan secara intensif selama Juni 2026.
Sebagai bagian dari operasi tersebut, petugas melaksanakan 1.585 inspeksi pengawasan di berbagai lembaga pemerintah dan melakukan pemeriksaan terhadap 385 orang yang diduga terkait dengan tindak pidana korupsi.
Dari hasil investigasi tersebut, sebanyak 130 orang akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan ditangkap untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Pejabat Berbagai Kementerian Ikut Terjaring
Nazaha mengungkapkan bahwa para tersangka berasal dari berbagai sektor pemerintahan, menunjukkan bahwa operasi antikorupsi tidak hanya menyasar satu lembaga tertentu.
Beberapa instansi yang pejabatnya ikut terjaring antara lain:
- Kementerian Dalam Negeri.
- Kementerian Pertahanan.
- Kementerian Kesehatan.
- Kementerian Urusan Kota dan Perumahan.
- Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan.
Selain pegawai pemerintah, operasi ini juga melibatkan sejumlah warga negara asing atau ekspatriat yang diduga berperan dalam praktik korupsi tersebut. Namun, Nazaha tidak mengungkapkan identitas maupun kewarganegaraan para ekspatriat yang ditangkap.
Dugaan Penyuapan dan Penyalahgunaan Jabatan
Menurut Nazaha, para tersangka diduga melakukan berbagai pelanggaran hukum, di antaranya:
- Penyuapan.
- Penyalahgunaan jabatan.
- Penyalahgunaan wewenang dalam administrasi pemerintahan.
- Dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan negara.
Meski demikian, otoritas antikorupsi belum mempublikasikan rincian setiap perkara maupun besaran kerugian negara yang ditimbulkan. Penyelidikan terhadap seluruh kasus masih terus berlangsung.
Sebagian Dibebaskan dengan Jaminan
Nazaha menjelaskan bahwa tidak seluruh tersangka langsung ditahan.
Sebagian dari mereka dibebaskan dengan jaminan sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut. Kebijakan tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku di Arab Saudi, sementara penyidik terus mengumpulkan alat bukti dan mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak lain.
Lembaga tersebut juga tidak menutup kemungkinan adanya penangkapan tambahan apabila ditemukan bukti baru dalam proses investigasi.
Komitmen Arab Saudi Berantas Korupsi
Dalam pernyataannya, Nazaha menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah Arab Saudi dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
Lembaga antikorupsi itu menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap siapa pun yang terbukti melakukan korupsi, tanpa memandang jabatan atau institusi tempat mereka bekerja.
Nazaha juga mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan melaporkan dugaan korupsi melalui saluran resmi yang telah disediakan.
Bagian dari Reformasi Tata Kelola
Dalam beberapa tahun terakhir, Arab Saudi terus meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan keuangan negara sebagai bagian dari agenda reformasi pemerintahan.
Pemerintah memperkuat peran Nazaha dalam melakukan inspeksi, investigasi, serta penindakan terhadap dugaan korupsi di berbagai sektor. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan transparansi, memperkuat integritas birokrasi, dan menjaga kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Operasi terbaru yang menjaring 130 orang kembali menunjukkan bahwa pengawasan dilakukan secara luas di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Penangkapan 130 orang oleh Nazaha menjadi salah satu operasi antikorupsi terbesar di Arab Saudi pada 2026. Kasus ini melibatkan pejabat dari berbagai kementerian, termasuk Kementerian Urusan Islam, Dakwah, dan Bimbingan, serta sejumlah ekspatriat yang diduga terlibat dalam praktik korupsi.
Penyelidikan masih terus berlangsung, dan otoritas Arab Saudi menegaskan akan menindak tegas setiap bentuk korupsi sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan bebas dari penyalahgunaan wewenang.

0 Komentar