Editors Choice

3/recent/post-list

Iran Larang IAEA Periksa Fasilitas Nuklir yang Rusak Usai Serangan AS


 Pemerintah Iran dilaporkan menolak memberikan akses kepada International Atomic Energy Agency untuk melakukan inspeksi terhadap sejumlah fasilitas nuklir yang sebelumnya mengalami kerusakan akibat serangan militer United States dan Israel pada pertengahan 2025.

Keputusan ini kembali meningkatkan ketegangan antara Iran dan badan pengawas nuklir PBB, di tengah masih berlangsungnya perdebatan terkait transparansi program nuklir Teheran.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN


Iran Tegaskan Pembatasan Akses Inspektur

Pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa inspektur IAEA tidak akan diberikan akses ke fasilitas yang terdampak serangan. Pemerintah Iran menyebut bahwa isu inspeksi hanya akan dibahas dalam kerangka perundingan politik yang lebih luas dengan Amerika Serikat.

Seorang pejabat negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa klaim mengenai akses penuh IAEA ke lokasi tersebut tidak benar dan menegaskan bahwa kebijakan Iran saat ini tetap membatasi ruang inspeksi.


Hanya Fasilitas Tertentu yang Masih Bisa Diakses

Menurut laporan media lokal dan pernyataan pejabat Iran, IAEA saat ini hanya memiliki akses terbatas pada beberapa fasilitas nuklir yang tidak terdampak konflik, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr dan fasilitas di Teheran.

Sementara itu, fasilitas yang sebelumnya menjadi target serangan tidak termasuk dalam daftar lokasi yang dapat diperiksa secara langsung oleh inspektur internasional.


Latar Belakang Serangan terhadap Fasilitas Nuklir

Ketegangan ini berawal dari serangan militer yang dilakukan pada Juni 2025, ketika fasilitas nuklir utama Iran di beberapa lokasi dilaporkan mengalami kerusakan akibat operasi militer oleh Israel dan Amerika Serikat.

Serangan tersebut mencakup fasilitas penting seperti Natanz, Isfahan, dan Fordow, yang merupakan bagian dari infrastruktur program pengayaan uranium Iran.

Setelah insiden itu, Iran mulai membatasi kerja sama dengan IAEA, termasuk pengurangan akses inspeksi di sejumlah lokasi sensitif.


Perundingan Nuklir Masih Berlangsung

Wakil Menteri Luar Negeri Iran sebelumnya menyebut bahwa akses IAEA ke fasilitas nuklir akan menjadi bagian dari negosiasi akhir dengan Amerika Serikat, termasuk pembahasan pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Iran menegaskan bahwa tidak ada inspeksi baru yang akan dilakukan tanpa kesepakatan final yang disetujui kedua belah pihak.


Kekhawatiran Internasional Meningkat

Keputusan Iran ini memicu kekhawatiran komunitas internasional terkait transparansi program nuklirnya. IAEA sebelumnya telah menekankan pentingnya akses penuh untuk memastikan tidak ada penyimpangan dalam aktivitas pengayaan uranium.

Para pengamat menilai bahwa pembatasan akses ini dapat memperumit upaya diplomasi dan meningkatkan risiko eskalasi di kawasan Timur Tengah.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Penolakan Iran untuk memberikan akses inspeksi kepada International Atomic Energy Agency terhadap fasilitas nuklir yang rusak akibat serangan United States menambah ketegangan dalam isu nuklir global.

Di tengah proses negosiasi yang masih berlangsung, masa depan pengawasan nuklir Iran kini bergantung pada kesepakatan politik antara pihak-pihak terkait serta perkembangan diplomasi internasional dalam beberapa waktu ke depan.

Posting Komentar

0 Komentar