Editors Choice

3/recent/post-list

Calon Manajer Kopdes Diberi Latihan Militer, Wamenhan: Latih Disiplin dan Kerja Sama

 


Pemerintah memberikan pembekalan khusus kepada calon manajer Koperasi Desa (Kopdes) melalui pelatihan yang melibatkan unsur militer. Program ini menjadi perhatian publik karena dinilai berbeda dari pelatihan manajemen pada umumnya.

Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) menjelaskan bahwa tujuan utama latihan tersebut bukan untuk menjadikan para peserta sebagai prajurit, melainkan membangun karakter kepemimpinan, meningkatkan disiplin, memperkuat mental, serta menumbuhkan semangat kerja sama dalam mengelola koperasi desa.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Menurut Wamenhan, seorang manajer koperasi tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administrasi dan bisnis, tetapi juga harus mampu memimpin tim, mengambil keputusan secara cepat, serta menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan organisasi ekonomi masyarakat.

Mengapa Calon Manajer Kopdes Diberi Latihan Militer?

Latihan militer yang diberikan kepada calon manajer Kopdes lebih berfokus pada pembentukan karakter (character building). Materi yang diberikan umumnya meliputi:

  • Latihan kedisiplinan.
  • Kepemimpinan.
  • Kerja sama tim (teamwork).
  • Ketahanan mental.
  • Tanggung jawab terhadap tugas.
  • Manajemen waktu.
  • Penyelesaian masalah dalam tekanan.

Pemerintah menilai aspek-aspek tersebut sangat penting bagi pengelola koperasi desa yang nantinya bertanggung jawab mengelola dana, usaha, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Dengan memiliki disiplin tinggi, diharapkan pengelolaan koperasi menjadi lebih profesional dan mampu meningkatkan kepercayaan anggota maupun masyarakat.

Penjelasan Wamenhan

Dalam keterangannya, Wamenhan menegaskan bahwa pelatihan ini bukan merupakan pendidikan militer secara penuh.

Ia menyampaikan bahwa unsur militer hanya digunakan sebagai metode pelatihan karakter karena selama ini terbukti efektif dalam membangun kedisiplinan, loyalitas, integritas, dan kemampuan bekerja dalam tim.

Menurutnya, dunia kerja modern juga banyak mengadopsi metode pelatihan serupa, terutama untuk membangun kepemimpinan dan budaya organisasi yang kuat.

Karena itu, masyarakat diminta tidak salah memahami tujuan dari pelatihan tersebut.

Tujuan Meningkatkan Profesionalisme Pengelola Koperasi

Program pembekalan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor koperasi.

Selama ini, banyak koperasi mengalami berbagai kendala, seperti:

  • Lemahnya tata kelola.
  • Kurangnya transparansi.
  • Manajemen yang belum profesional.
  • Rendahnya kemampuan mengembangkan usaha.
  • Kurangnya inovasi bisnis.

Melalui pembentukan karakter dan peningkatan kompetensi, pemerintah berharap para calon manajer mampu mengelola koperasi secara lebih efektif sehingga koperasi desa dapat berkembang menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.

Pentingnya Disiplin dalam Pengelolaan Koperasi

Disiplin menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan sebuah organisasi, termasuk koperasi desa.

Manajer koperasi dituntut untuk:

  • Mengelola keuangan secara akuntabel.
  • Menjalankan program sesuai rencana kerja.
  • Memberikan pelayanan kepada anggota secara konsisten.
  • Menjaga kepercayaan masyarakat.
  • Memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai aturan.

Tanpa disiplin yang kuat, koperasi berpotensi mengalami berbagai masalah, mulai dari administrasi yang tidak tertib hingga kesulitan dalam mengembangkan usaha.

Kerja Sama Menjadi Kunci Keberhasilan

Selain disiplin, kerja sama menjadi nilai utama yang ingin dibangun melalui pelatihan tersebut.

Dalam praktiknya, seorang manajer koperasi tidak bekerja sendiri. Ia harus mampu berkoordinasi dengan:

  • Pengurus koperasi.
  • Pengawas.
  • Anggota koperasi.
  • Pemerintah desa.
  • Mitra usaha.
  • Lembaga keuangan.

Kemampuan membangun komunikasi dan kolaborasi menjadi modal penting agar koperasi dapat berkembang secara berkelanjutan.

Beragam Respons dari Masyarakat

Program latihan militer bagi calon manajer Kopdes memunculkan berbagai tanggapan.

Sebagian pihak mendukung karena menilai pembentukan karakter sangat dibutuhkan untuk meningkatkan profesionalisme pengelola koperasi.

Namun, ada pula yang mempertanyakan efektivitas pendekatan tersebut dan berharap pemerintah tetap memberikan porsi yang besar pada pelatihan manajemen bisnis, akuntansi, pemasaran, digitalisasi koperasi, serta pengembangan usaha.

Perbedaan pandangan tersebut menjadi bagian dari diskusi publik mengenai metode terbaik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Harapan bagi Masa Depan Koperasi Desa

Pemerintah berharap para calon manajer yang telah mengikuti pembekalan mampu menjadi pemimpin yang disiplin, berintegritas, dan mampu membawa koperasi desa berkembang lebih maju.

Jika dikelola secara profesional, koperasi desa memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi lokal, pemberdayaan pelaku usaha mikro, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan akses terhadap layanan keuangan.

Keberhasilan program ini nantinya akan sangat bergantung pada penerapan ilmu yang diperoleh selama pelatihan, didukung dengan pendampingan berkelanjutan, tata kelola yang transparan, dan komitmen seluruh pihak dalam memajukan koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Pelatihan yang melibatkan unsur militer bagi calon manajer Koperasi Desa bertujuan membangun karakter kepemimpinan, disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab. Wamenhan menegaskan bahwa program ini bukan pendidikan militer, melainkan pembinaan karakter agar para pengelola koperasi memiliki mental yang tangguh dan profesional.

Di sisi lain, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada pembentukan karakter, tetapi juga pada penguasaan keterampilan manajemen, tata kelola, dan pengembangan bisnis. Kombinasi antara disiplin dan kompetensi diharapkan mampu melahirkan manajer koperasi yang siap membawa Kopdes menjadi penggerak ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Posting Komentar

0 Komentar