Bareskrim Polri mengungkap fakta mengejutkan dalam kasus penggerebekan markas judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk Plaza Tower, Jakarta Barat. Di tengah ratusan warga negara asing (WNA) yang diamankan, polisi menemukan satu warga negara Indonesia (WNI) yang diduga terlibat aktif dalam operasional sindikat tersebut.
Yang lebih mengejutkan, WNI tersebut diketahui pernah bekerja di jaringan judi online di Kamboja sebelum akhirnya kembali ke Indonesia dan bergabung dengan sindikat yang beroperasi di Jakarta.
Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Wira Satya Triputra mengatakan, identitas WNI itu terungkap setelah penyidik melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap seluruh pelaku yang diamankan saat penggerebekan berlangsung.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Penggerebekan Besar di Hayam Wuruk
Kasus ini bermula dari operasi besar yang dilakukan aparat kepolisian terhadap sebuah gedung perkantoran di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 321 orang yang diduga terlibat dalam praktik judi online jaringan internasional.
Mayoritas pelaku merupakan warga negara asing dari berbagai negara Asia Tenggara dan Asia Timur. Polisi menyebut para pelaku berasal dari Vietnam, China, Laos, Myanmar, Thailand, Malaysia, hingga Kamboja. Sementara satu orang lainnya merupakan WNI.
Menurut penyelidikan awal, sindikat tersebut mengoperasikan puluhan situs judi online yang menyasar korban dari berbagai negara. Para pelaku menjalankan aktivitas perjudian digital secara terorganisir menggunakan sistem dan server yang berada di luar negeri.
WNI Pernah Bekerja di Kamboja
Dalam pemeriksaan sementara, polisi menemukan bahwa WNI yang ditangkap ternyata memiliki pengalaman bekerja di industri judi online di Kamboja. Fakta ini memunculkan dugaan adanya transfer jaringan dan keahlian dari pusat-pusat operasi judi online di luar negeri ke Indonesia.
Brigjen Wira menyebut WNI tersebut sempat bekerja di Kamboja sebelum kembali ke Jakarta dan bergabung dengan operasi sindikat di Hayam Wuruk.
Polisi menduga pengalaman bekerja di luar negeri membuat pelaku memahami sistem operasional judi online internasional, termasuk pola pelayanan pelanggan, promosi situs, hingga cara menghindari pemblokiran.
Berperan Sebagai Customer Service
Sementara ini, polisi mengungkap bahwa WNI tersebut berperan sebagai customer service dalam jaringan judi online internasional tersebut.
Meski terlihat sebagai posisi administratif, peran customer service dinilai sangat penting dalam operasional judi online karena berkaitan langsung dengan pengguna situs, transaksi, hingga pengelolaan akun pemain.
Bareskrim masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan WNI lain dalam jaringan tersebut. Polisi juga terus menelusuri apakah terdapat hubungan antara sindikat di Jakarta dengan jaringan judi online yang selama ini beroperasi di Kamboja dan negara lain di Asia Tenggara.
Polisi Sita Uang Miliaran Rupiah
Selain menangkap ratusan pelaku, polisi juga menyita berbagai barang bukti dari lokasi penggerebekan.
Barang bukti yang diamankan antara lain komputer, laptop, telepon genggam, paspor, dokumen operasional, hingga uang tunai dalam berbagai mata uang.
Total uang tunai rupiah yang disita mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Polisi juga menemukan sekitar 75 domain dan situs judi online yang digunakan untuk menjalankan operasi perjudian digital tersebut.
Sorotan terhadap Jaringan Judol Kamboja
Kasus ini kembali menyoroti kuatnya pengaruh jaringan judi online berbasis di Kamboja yang belakangan sering dikaitkan dengan perekrutan tenaga kerja dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Banyak pekerja asal Indonesia diketahui pernah direkrut untuk bekerja di pusat operasi judi online maupun penipuan daring di Kamboja. Sebagian bekerja secara sukarela karena iming-iming gaji besar, namun tidak sedikit pula yang mengaku menjadi korban eksploitasi.
Terungkapnya keterlibatan “alumni” pekerja judi online Kamboja dalam kasus Hayam Wuruk memperlihatkan bahwa jaringan tersebut diduga mulai membangun operasi baru di Indonesia dengan memanfaatkan tenaga kerja berpengalaman.
Pengembangan Kasus Masih Berlanjut
Hingga kini Bareskrim Polri masih melakukan pengembangan kasus untuk membongkar aktor utama dan aliran dana sindikat judi online internasional tersebut.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Sementara ratusan WNA yang diamankan telah dititipkan ke rumah detensi imigrasi untuk proses lebih lanjut, sedangkan WNI yang diduga terlibat masih menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim.
Polisi memastikan penyelidikan tidak akan berhenti pada penangkapan di Hayam Wuruk saja. Aparat kini memburu kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar dan lintas negara di balik operasi judi online tersebut.

0 Komentar