Editors Choice

3/recent/post-list

Populasi Ikan Sapu-Sapu di BKT Jaktim Melonjak, Petugas Tangkap 86 Kg

 


Populasi ikan sapu-sapu di aliran Banjir Kanal Timur (BKT), wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, dilaporkan mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Kondisi ini membuat petugas gabungan turun tangan melakukan operasi pengendalian spesies invasif tersebut. Hasilnya, sebanyak 86 kilogram ikan sapu-sapu berhasil ditangkap dalam kegiatan yang melibatkan ratusan personel gabungan.

Langkah penangkapan dilakukan karena ikan sapu-sapu dinilai mulai mengganggu keseimbangan ekosistem perairan di BKT. Spesies ini dikenal mampu berkembang biak dengan cepat dan berpotensi menggeser populasi ikan lokal yang hidup di sungai maupun kanal perkotaan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

250 Personel Gabungan Diterjunkan ke BKT

Operasi penangkapan ikan sapu-sapu digelar di sejumlah titik aliran BKT di Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Sedikitnya 250 personel gabungan diterjunkan dalam kegiatan ini, melibatkan aparatur kecamatan, kelurahan, petugas lapangan, hingga unsur masyarakat setempat.

Wakil Camat Duren Sawit, Andri Priwitama Maila, mengatakan upaya pengendalian dilakukan karena populasi ikan sapu-sapu di aliran BKT dinilai sudah cukup tinggi. Jika tidak dikendalikan, keberadaan ikan tersebut dikhawatirkan semakin merusak habitat alami ikan lokal.

Menurut Andri, seluruh hasil tangkapan nantinya akan ditangani sesuai arahan pemerintah daerah agar tidak kembali dilepas ke perairan umum.

Pondok Bambu Jadi Lokasi Tangkapan Terbanyak

Dari hasil operasi tersebut, wilayah Pondok Bambu menjadi titik dengan hasil tangkapan ikan sapu-sapu paling besar, yakni mencapai 22 kilogram. Sementara wilayah lain juga mencatat jumlah cukup tinggi.

Berikut rincian hasil tangkapan ikan sapu-sapu di sejumlah kelurahan di Duren Sawit:

  • Pondok Bambu: 22 kg
  • Malaka Jaya: 15 kg
  • Pondok Kelapa: 12 kg
  • Pondok Kopi: 12 kg
  • Malaka Sari: 8 kg
  • Klender: 8 kg

Total keseluruhan hasil tangkapan mencapai 86 kilogram hanya dalam satu kegiatan operasi pengendalian di BKT.

Mengapa Ikan Sapu-Sapu Dianggap Berbahaya?

Ikan sapu-sapu (Hypostomus plecostomus) dikenal sebagai spesies invasif, yaitu spesies nonasli yang dapat mengganggu keseimbangan lingkungan tempat hidupnya. Ikan ini memiliki kemampuan bertahan hidup tinggi, bahkan di perairan tercemar sekalipun. Selain itu, reproduksinya tergolong cepat sehingga populasinya mudah meledak.

Keberadaan ikan sapu-sapu dianggap merugikan karena dapat mengganggu rantai makanan ikan lokal, merusak habitat perairan, bahkan membuat lubang di bantaran sungai atau tanggul yang berpotensi mengganggu infrastruktur kanal. Karena sifat invasif tersebut, pemerintah daerah di Jakarta Timur dalam beberapa bulan terakhir rutin menggelar operasi penangkapan massal.

Sebelumnya, operasi serentak di 10 kecamatan Jakarta Timur bahkan berhasil menangkap lebih dari 1,8 ton ikan sapu-sapu, menunjukkan besarnya populasi spesies ini di perairan ibu kota.

Pemkot Jaktim Terus Gencarkan Pengendalian

Pemerintah Kota Jakarta Timur memastikan program pengendalian ikan sapu-sapu akan terus dilakukan secara berkala. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, langkah ini juga bertujuan melindungi keberlangsungan habitat ikan lokal di sungai dan waduk perkotaan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Keterlibatan masyarakat juga dinilai penting dalam upaya pengendalian ini. Warga diimbau tidak melepas ikan peliharaan nonlokal ke sungai atau waduk karena dapat memicu ledakan populasi spesies invasif seperti ikan sapu-sapu di masa mendatang.

Di tengah meningkatnya populasi ikan sapu-sapu di BKT, operasi penangkapan massal menjadi langkah strategis untuk menjaga keseimbangan lingkungan perairan Jakarta agar tetap sehat dan mendukung keberlangsungan spesies ikan asli. 

Posting Komentar

0 Komentar