Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) menegaskan bahwa kasus dugaan asusila yang melibatkan sejumlah oknum anggota kepolisian tetap akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons perhatian publik yang meningkat terhadap penanganan kasus yang menyeret aparat penegak hukum tersebut.
Polda NTB memastikan bahwa setiap laporan yang masuk tidak akan diabaikan, termasuk jika melibatkan anggota internal kepolisian. Proses hukum disebut berjalan melalui mekanisme masing-masing satuan sesuai dengan kewenangan yang ada.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Tiga Kasus Diduga Libatkan Oknum Polisi
Dalam penanganannya, terdapat beberapa laporan yang mencuat dan melibatkan oknum aparat kepolisian di wilayah NTB. Kasus tersebut terdiri dari dugaan kekerasan seksual atau asusila terhadap anak yang melibatkan:
- Seorang anggota Brimob Polda NTB
- Seorang anggota Bidang Teknologi Informasi (IT) Polda NTB
- Seorang calon siswa (casis) Polri
Ketiga kasus tersebut ditangani oleh unit yang berbeda, mulai dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di tingkat polres hingga direktorat di Polda NTB, sesuai dengan locus dan kewenangan perkara masing-masing.
Polda NTB Tegaskan Proses Hukum Tetap Berjalan
Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Mohammad Kholid, menegaskan bahwa seluruh kasus yang melibatkan oknum anggota kepolisian tetap diproses secara profesional tanpa pengecualian.
Ia menjelaskan bahwa setiap perkara ditangani oleh unit yang berbeda sesuai struktur penanganan, sehingga proses penyidikan dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
Polda NTB juga menegaskan bahwa penanganan kasus dilakukan berdasarkan prosedur hukum yang berlaku, termasuk pemeriksaan saksi, pengumpulan bukti, hingga tahapan penyidikan oleh unit terkait.
Penanganan Dilakukan di Beberapa Satuan
Kasus yang mencuat tersebut tidak ditangani dalam satu tempat, melainkan tersebar di beberapa unit penegak hukum di NTB, antara lain:
- Direktorat Reserse PPA-PPO Polda NTB
- Polresta Mataram
- Polres Lombok Tengah
Pembagian penanganan ini dilakukan karena masing-masing kasus memiliki lokasi kejadian dan karakter perkara yang berbeda.
Salah satu kasus bahkan telah masuk tahap penyidikan dan melibatkan pemeriksaan sejumlah saksi, termasuk terlapor.
Komitmen Penegakan Hukum di Internal Polri
Kasus yang melibatkan oknum aparat kepolisian ini kembali menjadi sorotan publik karena menyangkut integritas institusi penegak hukum. Polda NTB menegaskan bahwa tidak ada toleransi terhadap pelanggaran hukum, termasuk jika pelaku berasal dari internal kepolisian.
Langkah tegas ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri, khususnya dalam penanganan kasus-kasus sensitif yang melibatkan perempuan dan anak.
Sorotan Publik dan Pengawasan Kasus
Kasus ini juga mendapat perhatian dari berbagai pihak, termasuk pemerhati hukum dan aktivis perlindungan perempuan dan anak. Mereka menilai penting adanya transparansi dalam proses hukum agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam penanganan perkara.
Publik berharap proses penyidikan dilakukan secara objektif, transparan, dan memberikan perlindungan maksimal kepada korban.
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN
Polda NTB menegaskan bahwa kasus dugaan asusila yang melibatkan oknum polisi tetap diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pengecualian. Penanganan dilakukan oleh unit-unit berbeda di lingkungan kepolisian sesuai kewenangannya masing-masing.
Dengan komitmen tersebut, diharapkan proses hukum dapat berjalan transparan dan memberikan keadilan bagi korban, sekaligus menjaga integritas institusi kepolisian di mata masyarakat.
0 Komentar