Editors Choice

3/recent/post-list

Pertamina - Badan Gizi Nasional Bersinergi Menjadikan Minyak Jelantah sebagai Bahan Bakar Pesawat

 


Langkah inovatif dalam mendukung energi ramah lingkungan kembali dilakukan di Indonesia. Pertamina bersama Badan Gizi Nasional menjalin sinergi untuk mengolah minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat berkelanjutan atau sustainable aviation fuel (SAF).

Kolaborasi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mendukung transisi energi hijau sekaligus mengurangi dampak limbah rumah tangga terhadap lingkungan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN


Minyak Jelantah Punya Nilai Ekonomi Baru

Selama ini minyak jelantah sering dianggap limbah yang tidak bernilai. Padahal, minyak bekas pakai tersebut memiliki potensi besar untuk diolah menjadi energi alternatif.

Melalui teknologi pengolahan modern, minyak jelantah dapat dimanfaatkan menjadi:

  • Bahan bakar ramah lingkungan
  • Biodiesel
  • Sustainable aviation fuel (SAF)
  • Produk energi terbarukan lainnya

Inisiatif ini sekaligus membuka peluang ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.


Kolaborasi untuk Energi Berkelanjutan

Kerja sama antara Pertamina dan Badan Gizi Nasional bertujuan membangun sistem pengumpulan dan pemanfaatan minyak jelantah secara lebih terorganisir.

Program ini tidak hanya fokus pada aspek energi, tetapi juga:

  • Pengelolaan limbah rumah tangga
  • Edukasi masyarakat
  • Penguatan ekonomi hijau
  • Pengurangan emisi karbon

Apa Itu Sustainable Aviation Fuel?

Sustainable Aviation Fuel atau SAF merupakan bahan bakar pesawat yang diproduksi dari sumber berkelanjutan dan memiliki emisi karbon lebih rendah dibanding bahan bakar avtur konvensional.

SAF kini menjadi fokus banyak negara dan perusahaan penerbangan global dalam upaya mengurangi emisi industri aviasi.

Bahan baku SAF dapat berasal dari:

  • Minyak jelantah
  • Limbah organik
  • Biomassa
  • Minyak nabati tertentu

Industri Penerbangan dan Tantangan Emisi

Sektor penerbangan merupakan salah satu penyumbang emisi karbon global yang cukup besar.

Karena itu, pengembangan Sustainable Aviation Fuel dianggap penting untuk:

  • Menekan emisi gas rumah kaca
  • Mendukung target net zero emission
  • Mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil
  • Mendorong transformasi energi hijau

Manfaat Pengolahan Minyak Jelantah

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi bahan bakar pesawat memberikan banyak manfaat, di antaranya:

1. Mengurangi Pencemaran Lingkungan

Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari air dan tanah.

2. Mendukung Energi Terbarukan

Menghasilkan bahan bakar alternatif yang lebih ramah lingkungan.

3. Membuka Peluang Ekonomi

Masyarakat dapat memperoleh nilai ekonomi dari limbah rumah tangga.

4. Mengurangi Emisi Karbon

Mendukung agenda pengurangan emisi nasional dan global.


Edukasi Masyarakat Jadi Kunci

Keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam mengumpulkan minyak jelantah.

Karena itu, edukasi menjadi bagian penting dari program kerja sama ini, termasuk:

  • Cara penyimpanan minyak bekas pakai
  • Bahaya pembuangan sembarangan
  • Potensi ekonomi minyak jelantah
  • Kontribusi terhadap lingkungan

Indonesia Punya Potensi Besar

Sebagai negara dengan populasi besar, Indonesia memiliki potensi pasokan minyak jelantah yang sangat tinggi.

Jika dikelola secara optimal, potensi tersebut dapat membantu:

  • Memenuhi kebutuhan bahan bakar hijau
  • Mengurangi limbah domestik
  • Mendorong industri energi terbarukan nasional

Hal ini juga sejalan dengan komitmen Indonesia dalam pengembangan energi berkelanjutan.


Tantangan Implementasi

Meski menjanjikan, pengembangan bahan bakar pesawat dari minyak jelantah juga menghadapi sejumlah tantangan, seperti:

  • Sistem pengumpulan limbah yang belum merata
  • Teknologi pengolahan yang membutuhkan investasi besar
  • Kesadaran masyarakat yang masih rendah
  • Standar kualitas bahan bakar penerbangan yang ketat
GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI DAFTAR/LOGIN

Karena itu, sinergi antara pemerintah, industri, dan masyarakat sangat diperlukan.

Kolaborasi antara Pertamina dan Badan Gizi Nasional dalam mengolah minyak jelantah menjadi Sustainable Aviation Fuel menjadi langkah penting menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Selain membantu mengurangi limbah dan emisi karbon, program ini juga membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat komitmen Indonesia dalam transisi energi ramah lingkungan.

Posting Komentar

0 Komentar