Editors Choice

3/recent/post-list

Pemkab Batang Bangun 3 TPS Reduce Reuse Recycle Senilai Rp 1,8 Miliar, Kelola Sampah 15 Ton per Hari

 


Pemerintah Kabupaten Batang terus memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis lingkungan melalui pembangunan tiga Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar dan ditargetkan mampu mengelola sampah hingga 15 ton per hari.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Batang dalam mengurangi penumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI : DAFTAR/LOGIN

Fokus Kurangi Volume Sampah ke TPA

Pembangunan TPS3R dilakukan untuk mengatasi meningkatnya volume sampah rumah tangga di wilayah Kabupaten Batang. Dengan adanya fasilitas tersebut, sampah yang sebelumnya langsung dibuang ke TPA kini dapat dipilah dan diolah terlebih dahulu.

Konsep reduce, reuse, recycle atau 3R diterapkan untuk memaksimalkan pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Sampah organik akan diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dipilah untuk didaur ulang.

Pemerintah daerah menilai sistem ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam menekan pencemaran lingkungan sekaligus memperpanjang usia operasional TPA.

Tiga TPS3R Dibangun di Lokasi Strategis

Ketiga fasilitas TPS3R tersebut dibangun di sejumlah titik strategis yang dinilai memiliki volume sampah cukup tinggi. Setiap lokasi dirancang memiliki kapasitas pengolahan yang berbeda sesuai kebutuhan wilayah masing-masing.

Selain dilengkapi area pemilahan sampah, fasilitas itu juga memiliki mesin pencacah, tempat pengomposan, dan area penyimpanan hasil daur ulang. Dengan dukungan sarana tersebut, pengolahan sampah diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Pembangunan TPS3R juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat sekitar.

Kapasitas Pengolahan Capai 15 Ton per Hari

Dinas terkait menyebut total kapasitas pengolahan dari tiga TPS3R mencapai sekitar 15 ton sampah per hari. Angka tersebut dinilai cukup signifikan untuk membantu mengurangi beban pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir.

Jika dikelola secara optimal, volume sampah yang masuk ke TPA dapat ditekan secara bertahap. Selain itu, hasil pengolahan sampah juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi masyarakat maupun pengelola.

Sampah organik yang diolah menjadi kompos misalnya, dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian dan penghijauan. Sedangkan hasil daur ulang sampah anorganik dapat dijual kembali ke industri pengolahan.

Dorong Partisipasi Masyarakat

Keberhasilan program TPS3R tidak hanya bergantung pada fasilitas yang tersedia, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat dalam memilah sampah sejak dari rumah.

Pemerintah Kabupaten Batang mengajak warga untuk mulai membiasakan pemisahan sampah organik dan anorganik agar proses pengolahan menjadi lebih mudah. Edukasi mengenai pengelolaan sampah juga terus dilakukan melalui sosialisasi di lingkungan masyarakat dan sekolah.

Kesadaran masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kurangi Dampak Lingkungan

Masalah sampah menjadi tantangan serius di banyak daerah karena dapat memicu pencemaran tanah, air, dan udara apabila tidak ditangani dengan baik. Penumpukan sampah juga berisiko menimbulkan banjir dan gangguan kesehatan masyarakat.

Melalui pembangunan TPS3R, Pemkab Batang berharap dampak negatif tersebut dapat diminimalkan. Sistem pengelolaan berbasis 3R dianggap lebih ramah lingkungan karena menekankan pengurangan sampah sejak awal.

Selain itu, pengolahan sampah organik menjadi kompos juga membantu mengurangi produksi gas metana yang biasanya muncul dari tumpukan sampah di TPA.

Dukungan terhadap Program Nasional

Program pembangunan TPS3R sejalan dengan target pemerintah pusat dalam meningkatkan pengelolaan sampah nasional. Pemerintah mendorong setiap daerah untuk mengembangkan sistem pengolahan sampah terpadu yang lebih modern dan berkelanjutan.

GABUNG KE WEBSITE RESMI KAMI DAFTAR/LOGIN

Kabupaten Batang menjadi salah satu daerah yang mulai serius membangun infrastruktur pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengatasi persoalan sampah secara efektif.

Dengan kapasitas pengolahan mencapai 15 ton per hari, keberadaan tiga TPS3R tersebut diproyeksikan mampu memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Batang.

Posting Komentar

0 Komentar