Editors Choice

3/recent/post-list

Anggota MRP PBD Selly Kareth Berikan Klarifikasi Tegas atas Tuduhan Paul Finsen Mayor di Medsos


 Anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Barat Daya (PBD), Selly Kareth, akhirnya angkat suara dan memberikan klarifikasi tegas atas tudingan yang dilontarkan oleh Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, yang menjadi polemik di media sosial dan viral di ruang digital. Tuduhan ini berkembang luas dan sempat memicu reaksi keras dari publik, khususnya di kalangan masyarakat Papua.

SITUS GACOR DAN TERPERCAYA : DAFTAR/LOGIN


🔍 Bantahan Selly Kareth atas Tuduhan Medsos

Dalam pernyataan persnya, Selly secara tegas membantah tudingan bahwa dirinya pernah dipiara atau diasuh oleh keluarga pihak yang dimaksud di unggahan media sosial tersebut. Menurutnya, isu itu merupakan hasil penggiringan opini yang tidak berdasar dan berpotensi memecah belah masyarakat, terutama Orang Asli Papua (OAP) yang merupakan basis utama representasi lembaga MRP.

Selly menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi pada tahun 2012 saat ia masih berstatus pelajar SMK dan mengikuti kegiatan praktik sekolah di kota Manokwari. Saat itu, menurut keterangan Selly, dirinya bersama rekan‑rekannya menumpang sementara di rumah keluarga tersebut atas tawaran salah satu anggota keluarga, bukan karena alasan tinggal atau diasuh seperti yang dituduhkan.

Ia menekankan bahwa mereka sanggup menanggung kebutuhan sendiri selama masa praktik tersebut. Selly bahkan menyebut bahwa ia hanya mengenal salah satu anggota keluarga tersebut sekitar satu jam saat pertama kali bertemu, bukan sebagai pengasuh atau pihak yang memelihara dirinya.


🗨️ Soal Kiasan “Kelapa Hanyut” dan Kekhawatiran Konflik

Selly juga mengklarifikasi istilah “kelapa hanyut” yang sempat dipelintir dan menjadi isu sensitif. Ia menegaskan bahwa istilah itu adalah kiasan umum dengan makna filosofis tertentu, bukan merujuk atau menyerang kelompok atau suku tertentu.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami konteks budaya dan bahasa setempat sehingga istilah‑istilah lokal tidak disalahartikan di media sosial yang bisa memicu konflik antar kelompok jika disalahtafsirkan atau dibesarkan tanpa klarifikasi yang benar.


📢 Kebebasan Berpendapat dan Tekanan Publik

Dalam pernyataannya, Selly tak hanya membantah tudingan itu secara faktual tetapi juga menyoroti masalah yang lebih luas yakni kebebasan berekspresi, khususnya bagi perempuan Papua. Ia menyatakan bahwa serangan verbal yang telah berlangsung di media sosial tidak hanya berupa kritik, tetapi telah memasuki ranah penghinaan, makian, dan pelecehan yang merendahkan martabatnya sebagai seorang perempuan Papua.

Kejahatan terhadap perempuan bukan hanya kekerasan fisik dan verbal, tetapi juga upaya membungkam perempuan untuk bersuara,” ungkap Selly, menekankan bahwa perempuan memiliki hak dan posisi penting dalam masyarakat yang tidak boleh diintimidasi atau dibungkam oleh opini negatif di ruang publik.


⚖️ Langkah Hukum dan Laporan Balik ke Polisi

Merespons dinamika ini, Selly tidak hanya memberikan klarifikasi publik, tetapi juga menempuh jalur hukum. Ia telah melaporkan balik kasus ini ke Polda Papua Barat Daya dengan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang‑Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam laporan itu, ia menegaskan siap menerima proses hukum jika memang terbukti bersalah. Namun, jika tidak, ia meminta agar nama baiknya dibersihkan secara sah oleh hukum.


🤝 Ajakan untuk Bijak dan Menjaga Persatuan

Sebagai penutup, Selly menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi dan mengajak masyarakat — khususnya Orang Asli Papua — untuk bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang berpotensi memecah belah.

Ia juga menekankan pentingnya mengutamakan persatuan di tengah keberagaman, serta memperjuangkan suara perempuan Papua sebagai bagian tak terpisahkan dari nilai adat dan sejarah tanah Papua.

“Mari kita tidak termakan isu yang berpotensi memecah belah sesama OAP. Kita harus kuat dan bersatu,” pungkasnya tegas.

SITUS GACOR DAN TERPERCAYA : DAFTAR/LOGIN

Kasus yang menyeret Selly Kareth dan tudingan yang diungkap oleh Paul Finsen Mayor di media sosial menunjukkan bagaimana konflik opini dapat berkembang cepat di ruang digital dan menjadi isu sosial politik yang lebih luas. Selly Kareth telah memberikan klarifikasi faktual, menolak tudingan tidak berdasar, dan memilih menempuh jalur hukum untuk menjaga nama baiknya, sekaligus menyampaikan pesan penting tentang kebebasan berekspresi, perlindungan perempuan, dan pentingnya persatuan masyarakat Papua.

Posting Komentar

0 Komentar